Tradisi Pohamba-hamba merupakan salah satu kearifan lokal yang kuat di Kabupaten Wakatobi, khususnya pada masyarakat Kaledupa. Tradisi ini adalah sistem gotong royong atau saling membantu dalam membuka lahan pertanian dan merawat tanaman secara bersama-sama.
Berikut adalah poin-poin penting mengenai tradisi pohamba-hamba:
- Makna Gotong Royong: Pohamba-hamba memiliki arti saling membahu atau saling membantu secara suka rela, di mana tidak ada istilah kerugian tenaga meskipun pekerjaan dilakukan secara bersama-sama.
- Proses Pelaksanaan: Tradisi ini biasanya dimulai dengan musyawarah untuk menyepakati waktu kerja, seringkali dilakukan pada pembukaan lahan baru. Kelompok yang turun tangan bisa mencapai 10-11 orang atau lebih, tergantung luas lahan.
- Penguatan Kekerabatan: Selain bertujuan untuk efisiensi pekerjaan, pohamba-hamba mempererat hubungan kekerabatan antar sesama petani.
- Teknik Pertanian: Dalam membuka lahan, masyarakat masih menggunakan peralatan sederhana seperti parang, cangkul, dan celurit.
Kearifan Lokal Lain di Wakatobi
Selain pohamba-hamba, masyarakat Wakatobi, khususnya suku Bajo, memiliki ikatan yang kuat dengan laut. Tradisi ini terlihat dari kehidupan sehari-hari, termasuk cara mereka memandikan bayi menggunakan air laut pada ritual adat. Wakatobi juga dikenal dengan pengelolaan hutan Kaindea yang diatur melalui kearifan lokal
Selain pohamba-hamba, masyarakat Wakatobi, khususnya suku Bajo, memiliki ikatan yang kuat dengan laut. Tradisi ini terlihat dari kehidupan sehari-hari, termasuk cara mereka memandikan bayi menggunakan air laut pada ritual adat. Wakatobi juga dikenal dengan pengelolaan hutan Kaindea yang diatur melalui kearifan lokal
Tidak ada komentar:
Posting Komentar