Kamis, 09 April 2026

Pengertian Mparimpari (Keraifan masyarakat pesisir Wakatobi/Kopata)

 Sistem Parimpari di Wakatobi adalah salah satu bentuk kearifan lokal berbasis masyarakat yang terbukti efektif dalam menjaga kelestarian lingkungan laut, khususnya ekosistem pesisir.

Berikut adalah poin-poin penting mengenai kearifan lokal Parimpari dan penerapannya:
1. Apa itu Parimpari?
  • Definisi: Parimpari adalah tradisi lokal masyarakat Wakatobi (khususnya di Pulau Kapota) untuk mengawasi, memelihara, dan memanfaatkan hewan laut tertentu yang dilindungi atau diatur pemanfaatannya.
  • Fokus utama: Saat ini, Parimpari sering dikhususkan untuk konservasi gurita.
  • Tujuan: Mencegah penangkapan ikan berlebihan (overfishing) dan menggunakan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan.
2. Mekanisme dan Manfaat
  • Peningkatan Hasil: Berdasarkan studi, sebelum adanya tradisi Parimpari, hasil tangkapan nelayan rata-rata gurita berukuran kecil (sekitar 1 kg). Setelah penerapan Parimpari, hasil tangkapan meningkat menjadi sekitar 2 kg karena gurita diberi kesempatan tumbuh dewasa.
  • Sistem Buka-Tutup: Komunitas nelayan (seperti Komanangi di Wangi-wangi) membuka lokasi pembesaran gurita Parimpari secara berkala, memastikan adanya siklus pemulihan populasi.
  • Kelembagaan Adat: Parimpari didukung oleh sistem kelembagaan adat yang disebut Parika, yang menentukan waktu dan tempat penangkapan ikan.
3. Kearifan Lokal Wakatobi Lainnya
Selain Parimpari, masyarakat Wakatobi memiliki beberapa kearifan lokal lain dalam mengelola laut:
  • Tuba Dikatutuang: Larangan penangkapan ikan dalam jumlah besar di area tertentu dan larangan alat tangkap tidak ramah lingkungan.
  • Meti-meti: Teknik menangkap ikan tradisional saat air surut.
  • Pengkramatan Tempat: Adanya situs keramat (seperti karang tapotong dan lua angalo) yang berfungsi sebagai zona perlindungan laut.
4. Dampak Parimpari
  • Ekonomi & Ekologi: Parimpari menjembatani kebutuhan nelayan akan hasil tangkapan dengan kebutuhan konservasi laut agar tetap lestari.
  • Dukungan Lokal: Penerapan ini semakin diperkuat dengan kolaborasi bersama lembaga swadaya (seperti YKAN) untuk menyusun regulasi desa (Perkades) yang berbasis adat.
Parimpari merupakan contoh nyata bahwa pengelolaan sumber daya alam berbasis komunitas yang diwariskan turun-temurun mampu memberikan solusi berkelanjutan bagi kelestarian laut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tradisi Pohamba-hamba di Wakatobi

  Tradisi  Pohamba-hamba   merupakan salah satu kearifan lokal yang kuat di Kabupaten Wakatobi, khususnya pada masyarakat Kaledupa. Tradisi ...